Kabar gembira buat kamu yang tumbuh besar nonton aksi kocak Jackie Chan dan Chris Tucker. Setelah bertahun-tahun cuma jadi wacana dan rumor yang timbul tenggelam, sekuel legendaris Rush Hour 4 akhirnya resmi mendapat lampu hijau. Yang bikin geleng-geleng kepala, proyek ini jalan terus bukan cuma karena permintaan fans, tapi karena adanya dorongan langsung dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Paramount Pictures dikonfirmasi bakal mengambil alih distribusi film ini, sebuah langkah berani mengingat sejarah panjang di balik layar waralaba tersebut.
Koneksi “Orang Dalam” dan Fanboy Garis Keras
Mungkin terdengar absurd, tapi Trump ternyata adalah fanboy berat Jackie Chan dan film-film aksi komedi era 90-an. Usut punya usut, “restu” dari orang nomor satu di AS ini nggak lepas dari hubungan dekat antara sutradara Brett Ratner dengan keluarga Trump. Ratner, yang sebelumnya menyutradarai tiga film pertama Rush Hour, baru saja merampungkan film dokumenter tentang Melania Trump. Kabarnya, kedekatan inilah yang bikin Trump melobi langsung petinggi Paramount, David Ellison—yang ayahnya, Larry Ellison, juga dikenal dekat dengan sang presiden—untuk menghidupkan kembali kisah Detektif Lee dan Carter.
Reuni “Duo Maut” di Tengah Kontroversi
Kembalinya Rush Hour 4 juga membawa serta Brett Ratner ke kursi sutradara, sebuah keputusan yang cukup kontroversial di Hollywood. Nama Ratner sempat tenggelam cukup lama akibat kasus yang menimpanya di era gerakan #MeToo tahun 2017 lalu. Banyak studio besar yang sebelumnya enggan menyentuh proyek ini gara-gara skandal tersebut. Namun, dengan masuknya Paramount sebagai distributor (meski tidak ikut membiayai produksi), pintu akhirnya terbuka lebar. Tentu saja, daya tarik utamanya tetap pada reuni Jackie Chan yang kini berusia 71 tahun dan Chris Tucker. Keduanya siap kembali mengocok perut penonton lewat chemistry legendaris yang dulu sukses meraup ratusan juta dolar di box office global.
